Selasa, 08 Mei 2018

Siswi MA Nazwa Rongga Pingsan Setelah Robek Lembar Kelulusan

Siswi MA Nazwa Rongga Pingsan Setelah Robek Lembar Kelulusan

Hal aneh terjadi pada saat pengumuman kelulusan siswa di Madrasah Aliyah Nazwa yang beralamat di Kp. Cikawung Desa Sukamanah Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat pada Senin, (8/5/2018). Bagaimana tidak, pengumuman kelulusan yang pada umumnya khidmat justru diwarnai dengan insiden perdebatan antara guru dan kepala madrasah.

Kejadian bermula ketika Jafar Shidiq (31) yang merupakan kepala Madrasah Aliyah Nazwa menentukan hasil kelulusan siswa pada sidang kelulusan tanpa melalui musyawarah antar guru.

Tindakan tersebut kemudian memicu protes dari sebagian guru. Bahkan beberapa siswa yang saat itu hadir sempat merobek surat kelulusan karena kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil. Salah satu siswi bernama Mufi (19) histeris dan jatuh pingsan karena hasil kelulusannya mengecewakan.

Sementara Jafar selaku kepala madrasah masih bersikukuh dengan keputusannya tersebut meski sudah diintervensi oleh Ketua Yayasan Nazwa As-Syarif Denden Munawar (50).

Sikap Kepala Madrasah tersebut akhirnya berujung pada penolakan keras beberapa guru dan menyatakan hendak mengundurkan diri dari jabatannya.

Alasan Kepala Madrasah yang enggan meluluskan anak didiknya tersebut dikarenakan ada beberapa siswa yang menurutnya kurang sopan terhadap guru. Ditambah beberapa syarat kelulusan internal madrasah seperti hafalan Al-Quran Juz 30 yang ditambah menjadi 3 Juz tidak diindahkan oleh sebagian siswa.

Oleh sebab itu menurutnya beberapa siswa tidak layak lulus meski hasil Ujian Nasional menyatakan siswa MA Nazwa lulus 100%.

Awalnya sebagian guru dan siswa menganggap hal ini adalah skenario untuk memberikan stresing semata. Akan tetapi mereka mulai kaget ketika Erwin (39) Guru Mata pelajaran SKI dan Cepian (30) Guru Bantu Bahasa Indonesia melakukan penolakan bahkan hingga menyerang Jafar selaku Kepala Madrasah.

Namun Jafar tetap bersikukuh dan menjawab dengan nada lebih keras sehingga keadaan semakin tidak terkendali.

Dalam suasana ketegangan tersebut, tiba-tiba hadir salah seorang tokoh Yayasan, Herlan Sudarsa (45) yang berusaha menengahi pertikaian dan menjelaskan bahwa sebenarnya kejadian saat itu hanya sebuah  skenario.

"Tenang anak-anak, tenang.. InsyaAllah semuanya 100% lulus. Ini hanya drama saja" kata Herlan yang juga merupakan Guru di sekolah tersebut.

Seketika siswa dan guru yang tidak mengetahui skenario tersebut bersorak sorai mengucapkan "Alhamdulillah" saling bersahutan. Akhirnya suasana pun menjadi riang bercampur haru.

Ternyata semua itu adalah ide Cepian yang menginginkan suasana kelulusan diwarnai dengan suasana yang beda tetapi berkesan tidak hanya bagi siswa tapi juga guru. 

"Iya, ide ini muncul dua hari kebelakang. Dengan tujuan ingin menanamkan pesan moral bahwa lulus dari sekolah menengah atas adalah awal menghadapi ujian kehidupan yang sesungguhnya." Kata dia saat dikonfirmasi.

Dan ternyata menurut pengakuan Asep (19) salah satu siswa lulusan pertama MA Nazwa tersebut mengakui bahwa dengan kegiatan seperti itu merasa penuh kesan dan menambah solidaritas antar teman.

"Kami yang tadinya berteman dekat hanya dengan sebagian teman tetapi dengan kejadian adanya beberapa teman yang tidak diluluskan merasa peduli tanpa membeda-bedakan sehingga muncul ingin melakukan protes".

Sementara Salma (19) mengaku bahwa moment tersebut menjadi moment yang tidak akan terlupakan. Sebagian lagi ada yang berkomentar bahwa dia tidak menyangka bahwa gurunya pintar berakting.

Sementara Mufi yang jatuh pingsan mengatakan "Seperti mimpi buruk" komentarnya saat kami wawancara. Setelah semuanya selesai diklarifikasi kegiatan tersebut ditutup dengan musafahah antara guru dan siswa.
(AR)
ARTIKEL SELANJUTNYA Selanjutnya
ARTIKEL SEBELUMNYA Sebelumnya
ARTIKEL SELANJUTNYA Selanjutnya
ARTIKEL SEBELUMNYA Sebelumnya
 

Masukan email Anda di bawah ini