Jumat, 15 Juni 2018

Puisi: Di Tubir Sahur

Di Tubir Sahur
*Dadan Dania

sahur yang uzur,
menjulur menyentuh iman yang luntur
terulur meraih hati yang bilur
bertabur atas qalbu yang terkubur
raga yang nanar jiwa yang dengkur
mantap kutatap
anak-anak yang lahap menyantap
tersengal-sengal
terpingkal-pingkal
sore nanti futur terakhir berlanjut takbir
mengantar tidur menjelang binar
telah kubeli baju baru
dalam setahun dua kali berganti pakaian
setiap lebaran dan pergantian tahun ajaran
hanya baju yang baru, juga sepatu
ramadhan tahun ini masih yang kemarin
iedul fithry hari ini masih lebaran yang lalu
tidak mengantarkan yang lain
dengan iman yang masih dangkal
dengan hati yang masih mengkal
dengan hidup terpental-pental
shaum dan ibadah ramadhan
masih yang dulu-dulu
tanpa peningkatan mutu
tanpa perubahan perilaku
aku menatap anak-anak
mereka adalah hari esok
mestinya lebih bajik
mestinya lebih bijak
selain sepatu dan baju
tidak ada yang baru
presiden kita masih yang itu
kebijakan masih begitu
juga bencana masih menunggu
tiada yang baru selain kembali ke orde baru
takkan kami terkapar dari tafakur
tetap dzikir dan istighfar
karena kau maha ghofur
ARTIKEL SELANJUTNYA Selanjutnya
ARTIKEL SEBELUMNYA Sebelumnya
ARTIKEL SELANJUTNYA Selanjutnya
ARTIKEL SEBELUMNYA Sebelumnya
 

Masukan email Anda di bawah ini