Jumat, 15 Juni 2018

Lebaran, Warga di Desa Pasirpogor Sindangkerta Gelar Haul dan Ziarah Akbar


Sindangkerta, cempor.id - Umat islam di Indonesia biasa menggelar tradisi ziarah kubur untuk mengingat kematian dan mendoakan para pendahulu yang sudah meninggal pada momen Lebaran.

Itu pula yang dilakukan masyarakat Desa Pasirpogor Kecamatan Sindangkerta yang tergabung dalam keluarga besar keturunan ahli kubur Astana Dungusgede, mereka menggelar haol dan ziarah akbar pada hari Sabtu (16/6/2018). Kegiatan yang dilaksanakan langsung di tempat pemakaman umum Dungusgede, Sindangkerta, KBB, tersebut dihadiri oleh ratusan masyarakat dan jamaah.

Pengagas kegiatan haol, H. Aam Junaedi mengatakan bahwa haol dan ziarah akbar makam Dungusgede dilaksanakan dengan tujuan untuk menyatukan para peziarah agar bisa melaksanakan ziarah secara bersama-sama. Selain itu, menurutnya ada manfaat silaturhami yang bisa semakin terjalin antara keluarga besar keturunan ahli kubur makam Dungusgede.

"Pemakaman Dungusgede ini menjadi tempat peristirahatan para pendahulu. Yang rata-rata, semua memiliki ikatan saudara. Jadi tidak ada salahnya kini para keluarga besar mengikat silaturahmi sambil berziarah. Dan insyallah setiap tahun akan dilaksanakan secara rutin," ujarnya saat memberi sambutan.

Kepala Desa Pasirpogor, Dasep Suherman menyambut baik pelaksanaan haul dan ziarah akbar untuk ahli kubur astana Dungusgede. Ia mengatakan bahwa di pemakaman Dungusgede terkubur para sesepuh yang mewariskan cikal bakal pemimpin dan ulama masa kini. Sehingga ia menilai perlu adanya upaya untuk mengingat para leluhur guna meningkatkan semangat dan silaturahmi para penerusnya di masa kini.

"Saya bukan orang Dungusgede, tapi kakek saya orang Dungusgede yang pernah menjabat kepala Desa Pasirpogor. Di sini terdapat makam para sesepuh yang jadi pemimpin," ujaranya.

Pimpinan Pondok Pesantren Mafazah, KH Saeful Qudus mengatakan pentingnya generasi masa kini untuk tahu asal usul leluhurnya. Terutama dalam upaya meniru kebaikan-kebaikan leluhur yang harus dijaga oleh penerusnya.

"Kita penting untuk tahu leluhur. Diantaranya melalui ziarah. Sebab hal tersebut bisa membuat kita tahu jati diri kita," paparnya.

Kegiatan Haul dan Ziarah Akbar tersebut ditutup dengan pembacaan Ratib Al-Athas dipimpin oleh KH. Amin Bunyamin. Rencananya, kegiatan serupa akan digelar setiap tahun di hari kedua lebaran.**
(AR)
ARTIKEL SELANJUTNYA Selanjutnya
ARTIKEL SEBELUMNYA Sebelumnya
ARTIKEL SELANJUTNYA Selanjutnya
ARTIKEL SEBELUMNYA Sebelumnya
 

Masukan email Anda di bawah ini