Sabtu, 07 Juli 2018

Potret Harmoni Masyarakat Desa Neglasari

Potret Harmoni Masyarakat Desa Neglasari
Masyarakat Desa Neglasari, Cipongkor.

Desa Neglasari merupakan salahsatu desa di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat yang tatanan masyarakatnya bisa dikatakan cukup harmonis. Hubungan antar komponen masyarakat terjalin cukup erat. Demikian juga masyarakat dengan perangkat aparatur desa. Nampak guyub, rukun, sejalan dan seiring.

Sang Nakhoda Pemerintahan, kepala desa menjadi salahsatu aktor terciptanya harmoni masyarakat. Figur itu bernama Bapak Cecep Gunaya. Sosok Muda, giat dan egaliter. Pembawaannya luwes dan humoris.  Ditengah aparatur desa yang rata-rata usianya lebih muda, Ia cukup mengayomi, tidak kaku oleh sekat-sekat birokratis. Ia juga cukup responsif manakala ada permasalahan yang menimpa masyarakatnya. Hal sekecil apapun.

Dalam hubungan kemasyarakatan, salahsatu pola yang dibangun dengan merangkul kalangan ulama, ajengan atawa ustadz. Dengan dukungan penuh pemerintahan desa, para ulama dan ajengan melaui wadah MUI diberikan porsi yang cukup besar kaitannya dalam pembangunan keagamaan masyarakat.

Kegiatan-kegiatan keagamaan digelar cukup semarak. Ada pengajian syahriahan yang diikuti aparatur desa dan seluruh lapisan masyarakat. Untuk merawat tradisi keilmuan para pemuka agama, terdapat pula forum pengajian khusus yang hanya diikuti para ajengan. Diantara mereka saling berbagi ilmu.

Disamping itu, ada pula forum bahtsul masail, wadah kajian guna merespon isu dan permasalahan aktual ditengah masyarakat dari sudut pandang keagamaan. Manakala ada pengajian yang digelar oleh warga baik berupa hajatan maupun peringatan hari besar Islam, seluruh aparat dan puluhan ajengan setempat dengan kompak menghadirinya.

Rupa-rupa pengajian yang menjadi program ini dilaksanakan secara bergiliran antar kampung. Untuk urusan konsumsi, pemerintah desa tidak perlu repot-repot. Karena masyarakat dengan sendirinya berlomba-lomba memberikan suguhan terbaiknya untuk para tetamu.

Sangat jarang bahkan sama sekali tidak pernah terdengar antar kelompok masyarakat terlibat konflik. Saya berkesimpulan, terjalinnya hubungan yang baik antara pemerintahan desa (umaro) dengan ulama setempat menjadi faktor penting terbangunnya harmoni masyarakat. Benar sebagaimana dikatakan dalam sebuah keterangan, "Kalau keduanya baik maka baiklah masyarakat. Apabila rusak, maka rusaklah masyarakat".

Saya mereferensikan desa ini dapat menjadi salah satu bahan perbandingan terjalinnya hubungan yang baik antara ulama dan umaro.

Neglasari, 07 Juli 2018
Edi Rusyandi
Link Banner
ARTIKEL SELANJUTNYA Selanjutnya
ARTIKEL SEBELUMNYA Sebelumnya
ARTIKEL SELANJUTNYA Selanjutnya
ARTIKEL SEBELUMNYA Sebelumnya
 

Masukan email Anda di bawah ini