Kamis, 13 Desember 2018

16 Tim Siap Bersaing di Festival Shalawat Nusantara Tingkat KBB

16 Tim Siap Bersaing di Festival Shalawat Nusantara Tingkat KBB

Setelah hampir enam bulan kegiatan seleksi Festival Shalawat Nasional (FSN) wilayah Bandung Barat digelar di tingkat kecamatan, kini kegiatan yang memiliki tema "Cinta Kepada Sng Nabi" itu memasuki babak seleksi tingkat kabupaten. Rencananya, kegiatan FSN tingkat Kabupaten Bandung Barat tersebut akan digelar pada tanggal 16 Desember di Aula Masjid Agung Ash-Shidiq, Pemda KBB, Ngamprah.

Ketua pelaksana FSN tingkat Kabupaten Bandung Barat, Anwar Hutomi menyebutkan terdapat 16 tim shalawat yang akan bersaing memperebutkan gelar juara tingkat Kabupaten. Seluruhnya merupakan peserta terbaik hasil seleksi FSN di tingkat kecamatan.

"Ada 16 tim yang akan bersaing memperebutkan gelar juara tingkat kabupaten. Seluruhnya merupakan juara di tingkat kecamatan," ujarnya (12/12/18).

16 tim yang terpilih untuk mengikuti seleksi Festival Shalawat Nusantara tingkat Kabupaten Bandung Barat tersebut adalah:
1. Cihampelas : Al Hasaniyah
2. Cililin : Al Fitroh
3. Cisarua : Rijalul Mukhtar
4. Batujajar : Mahabbatul Karimah
5. Ngamprah : Mubtaghil Fawwaz
6. Cikalong Wetan : Al Kholisy
7. Rongga: El-Fatta
8. Cipatat : Al-Mukhtariyah
9. Saguling : Shola Khoirulanam
10. Parongpong : Nazmun Dzahab
11. Sindangkerta : Ayyazul Fata
12. Cipongkor : Al-Mubarok
13. Cisarua 2 : El-Hasby
14. Cipeundeuy : Al Mawadah Sabiilunaja
15. Gunung Halu: Az-Azahira
16. Padalarang : Al Munada

Peserta terbaik di seleksi tingkat Kabupaten Bandung Barat akan mendapatkan hadiah pembinaan serta trophy juara 1. Selain itu,  peserta terbaik berhak untuk mengikuti seleksi di tingkat provinsi yang akan diselenggarakan di Bekasi.

Anwar menjelaskan bahwa Festival Shalawat Nusantara (FSN) merupakan kegiatan yang digelar secara Nasional. Tujuannya untuk menyemarakan dan merawat beraneka bentuk seni sholawat yang ada di nusantara. Kegiatan FSN juga diharap mampu menjalin dan memperkuat tali silaturahmi antara masyarakat Indonesia, khususnya umat islam.

"Kami berharap shalawat bisa terus semarak. Berbagai seni shalawat yang berkembang di Nusantara juga bisa terjaga," ujarnya.
** AR
Link Banner
Ini halaman terbaru
ARTIKEL SEBELUMNYA Sebelumnya
Ini halaman terbaru
ARTIKEL SEBELUMNYA Sebelumnya
 

Masukan email Anda di bawah ini